iklan

Ini Ciri-ciri Pecandu Mantan yang Gagal ‘Move On’

Hubungan percintaan tidak selamanya berjalan dengan mulus dan selalu dihiasi kemesraan. Konflik yang sudah tidak bisa diselesaikan seringkali berujung pada keputusan untuk mengakhiri hubungan.

Namun, terkadang sulit rasanya melupakan sang mantan dan kenangan-kenangan indah yang dijalani bersamanya.

Dr Robi Ludwig, seorang psikoterapis, menyebut orang yang belum bisa menerima kenyataan hubungan telah berakhir dengan istilah exaholic atau Pecandu Mantan.

"Perasaan rindu dapat mencapai titik yang mampu menimbulkan depresi, menurunnya kepercayaan diri, dan ketidakmampuan untuk menjalani kehidupan sehari-hari," ujar Dr Ludwig.

Menurut para ahli, seorang exaholic kerap kali menunjukkan perilaku yang mirip dengan pecandu narkoba atau alkohol. Bahkan, telah terbukti secara ilmiah bahwa hubungan cinta yang romantis akan mengaktifkan area pada otak yang sama seperti kecanduan narkoba dan miras.

"Ketika seseorang mengalami patah hati, keinginan untuk bersama orang yang dicintai akan menghidupkan area otak yang sama seperti seorang pecandu kokain yang ingin lebih banyak mengonsumsi kokain. Dengan kata lain, kondisi otak yang ditimbulkan oleh cinta serupa dengan kondisi yang ditimbulkan oleh obat-obatan terlarang," tutur Dr Luwig.

Selanjutnya Dr Ludwig menjelaskan, seringkali muncul pula keinginan untuk mengetahui segala alasan mengapa sang mantan tiba-tiba menghilang dari kehidupan sang exaholic dan memutuskan hubungan, berbohong, atau berhenti mencintai.

Ada sebuah anggapan di dalam diri sang exaholic bahwa menemukan segala jawaban atas pertanyaan tersebut akan membantu mereka agar lebih menerima keputusan mengakhiri hubungan.

Anda yang belum bisa melupakan sang mantan pun sebaiknya perlu berhati-hati. Sebab, apabila seluruh gejala tersebut tidak ditangani dengan baik, maka seorang exaholic dapat menderita berbagai gangguan fisik maupun emosional.

Permasalahan lain yang dapat menimpa mereka termasuk kehilangan pekerjaan, kesulitan membina hubungan pribadi dengan orang lain, gangguan berat badan, dan gangguan kesehatan lainnya.

Nah, bila Anda harus mengakhiri hubungan dengan pasangan, ada baiknya Anda mengeluarkan keluh kesah maupun mencurahkan perasaan Anda pada orang-orang yang Anda percayai. Tujuannya adalah guna meminimalisir risiko berbagai gangguan emosional maupun fisik yang bisa saja menyerang Anda.

LifeStyle

Music

iklan